Cara Sederhana Untuk Menjadi Guru yang Baik | mas BOB

Kadang saya sering bertanya dalam hati ketika berhadapan dengan siswa didalam kelas, �Apakah saya guru yang menyenangkan buat meraka?�

Cara Sederhana Untuk Menjadi Guru yang Baik

Seperti apakah guru ideal itu? Setiap orang bisa menyodorkan daftar panjang berisi kriteria-kriteria untuk menjawab pertanyaan ini. Daftar tadi bisa jadi merujuk pada berbagai referensi kesiapan materi, cara memperlakukan anak didik, tingkah laku, dan lain-lain yang bisa jadi berbeda-beda bagi setiap orang.

Pada dasarnya tugas guru yang paling utama adalah mengajar dan mendidik. Sebagai pengajar ia merupakan medium atau perantara aktif antara siswa dan ilmu pengetahuan, sedang sebagai pendidik ia merupakan medium aktif antara siswa dan haluan/filsafat negara dan kehidupan masyarakat dengan segala seginya, dan dalam mengembangkan pribadi siswa serta mendekatkan mereka dengan pengaruh-pengaruh dari luar yang baik dan menjauhkan mereka dari pengaruh-pengaruh yang buruk. Dengan demikian seorang guru wajib memiliki segala sesuatu yang erat hubungannya dengan bidang tugasnya, yaitu pengatahuan, sifat-sifat kepribadian, serta kesehatan jasmani dan rohani.

Sebelum menjadi guru yang intensional, maka guru harus menjadi guru yang bersertifikat. Dewasa ini banyak sekali pelatihan-pelatihan untuk guru agar menjadi tenaga pengajar yang berkualitas. Dengan mengikuti pelatihan-pelatihan seperti ini, maka guru akan mempunyai kemampuan mengajar yang lebih, daripada hanya lulusan perguruan tinggi saja.

Di luar sertifikasi 
Mendapatkan sertifikat mengajar itu perlu, tetapi tidak cukup untuk menjadi seorang guru yang intensional. Meningkatkan kemampuan mengajar bisa didapat dari guru-guru yang sudah intensional, rekan-rekan kerja, perhimpunan-perhimpunan profesional, dan lain-lain. 

Selain menjadi guru yang baik, seharusnya dalam pengajaran guru juga memperhatikan perbedaan individu siswa. Siswa di kelas bagaikan sekotak krayon yang mempunyai masing-masing warna mereka sendiri. Mereka mempunyai kepribadian dan kemampuan yang berbeda-beda. Jadi, seharusnya guru lebih intensif dalam berkomunikasi dengan siswa dan peka dalam kegiatan belajar mengajar. 

Intensif dalam berkomunikasi maksudnya guru sering menanyakan pada siswa apakah mereka sudah paham dengan materi yang ia sampaikan. Sedangkan peka pada siswa maksudnya adalah guru harusnya tahu keadaan siswa-siswanya. Seperti apakah siswanya sudah dapat menyerap pelajaran dengan baik, dan seorang guru harus tahu apabila salah satu siswanya mempunyai masalah yang sedang dihadapi sehingga tidak dapat menerima pelajaran dengan baik, dan berusaha membantu siswanya untuk memecahkan masalahnya.

Selain siswa berbeda kepribadian dan kemampuan, siswa juga mempunyai latar kebudayaan yang berbeda-beda. Apalagi sekolah yang sudah berstandar internasional, siswanya pasti dari berbagai daerah bahkan luar negeri. Pada saat memasuki dunia sekolah, mereka telah menyerap banyak aspek budaya di tempat mereka dibesarkan. 

Jadi, seharusnya tidak menganggap bahwa semua siswa sama. Apabila diberi perlakuan A maka semua respon siswa B. Padahal bisa saja muncul respon C, D,E.

Itulah Cara Sederhana Untuk Menjadi Guru yang Baik, semoga berguna dan bermanfaat. Jangan lupa bantu share artikel ini ke teman facebook, twitter maupun teman-temen dimedia sosial lainnya seperti google plus, terima kasih sudah berkenan untuk membaca artikel ini.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »