PGRI Kota Sukabumi Tabur Bunga di Lokasi Guru SD Tewas Tersambar Kereta Api | mas BOB

Adanya salah satu guru SD Karang Tengah Kota Sukabumi yang tersambar kareta api di palang pintu, membuat Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Sukabumi melakukan kritikan kepada PT KAI dan Pemerintah Kota Sukabumi terhadap sarana dan prasarana transportasi publik yang buruk.

PGRI Kota Sukabumi Tabur Bunga di Lokasi Guru SD Tewas Tersambar Kereta Api

�Kami berharap PT KAI baik pemerintah lebih memperhatikan lagi fasilitas transportasi publik. Fasilitas yang disediakan pemerintah harus benar-benar bisa melayani masyarakat dengan baik. Lantaran menyangkut hajat hidup orang banyak,� ujar Ketua PGRI Kota Sukabumi, Dudung Koswara, senin (18/1).

Dudung mengatakan seharusnya fasilitas publik sederhana seperti palang pintu dan petugas yang konsisten berjaga di sini itu ada. Jangan sampai kelalaian seperti ini terulang lagi.

�Nyawa seseorang itu nilainya tak bisa dihitung oleh apapun. Kami mohon hal ini tidak terjadi lagi, kami memaklumi setiap manusia punya khilaf dan salah tapi kalau sudah berhubungan dengan transportasi publik, khilaf dan salahnya bisa diminimalisir karena bisa memakan korban,� jelasnya.

Sampai saat ini pihaknya belum melihat adanya iktikad baik dari PT KAI ataupun pemerintah, lantaran belum ada santunan ataupun kedatangan dari instansi yang bersangkutan. �Kita akan terus melakukan komunikasi lanjutan dengan pihak terkait, biar ujung permasalahan ini tidak ada negatif,� jelasnya.

Bahkan, Dudung berencana untuk melakukan somasi kepada PT KAI. Lantaran Dudung menilai ini kecelakaan ini akibat kelalaian pihak PT KAI yang tidak menyediakan sarana dan prasarana publik sehingga menyebabkan korban meninggal dunia. �PGRI mempunyai sub khusus lembaga bantuan hukum, kita akan mendiskusikan somasi supaya ada penyelesaian yang baik, sehingga pihak korban menerima kompensasi dari pihak yang dirasa lalai dari hal ini,� jelasnya.

Selain itu, sebagai bentuk solidaritasnya, PGRI Kota Sukabumi melakukan tabur bunga di pemakaman korban dan di perlintasan rel kereta api di Kampung Rawey, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong. �Ini bentuk solidaritas dan ungkapan terima kasih kepada almarhum yang sudah menjadi pendidik yang baik dan menjadi pejuang pahlawan pendidikan,� ungkapnya.


Sementara itu, di tempat terpisah, Kepala Stasiun Kota Sukabumi, Heru mengucapkan bela sungkawa terhadap keluarga korban. Untuk permasalahan ini selaku kepala stasiun dirinya sudah melakukan koordinasi dan pelaporan berita acara kejadian tersebut kepada PT KAI. Nantinya berita acara itu oleh PT KAI akan ditindaklanjuti dengan pihak Jasa Raharja untuk proses asuransi.

�Berdasarkan laporan dari masinis dengan kejadian tersebut kita tindak lanjuti dengan mengirimkan laporan ke PT KAI, untuk asuransi di PT KAI tidak ada, tapi biasanya PT KAI berkoordinasi dengan Jasa Raharja,� jelasnya.

Demikian informasi ini, semoga bermanfaat dan jangan lupa bantu share artikel ini ke teman facebook, twitter maupun teman-temen dimedia sosial lainnya seperti google plus, terima kasih sudah berkenan untuk membaca artikel ini. (Sumber : pojoksatu)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »